Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 29 Desember 2013

laporan pakan buatan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pengertian Pakan Buatan
Pakan merupakan sumber energi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup. Pakan Buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan pembuatnya. Pembuatan pakan buatan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrisi ikan, sumber dan kualitas bahan baku, serta nilai ekonomis. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan pakan ikan yang memiliki standar mutu tinggi dengan biaya yang murah.Pakan buatan ini biasanya dinamakan pellet. Pellet untuk ikan terbagi kedalam 2 jenis, yaitu pellet terapung dan pellet tenggelam.
B.     Manfaat dan Fungsi Pakan Buatan
Bagi semua makhluk hidup, pakan mempunyai manfaat yang sangat penting sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan. Selain itu, pakan juga dapat digunakan, misalnya untuk menghasilkan warna dan rasa tertentu. Ikan memenuhi kebutuhan engerginya dari pakan buatan. Namun, bukan hanya itu, ada beberapa fungsi pakan bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan antara lain:
1.      Fungsi Pakan Pada Ikan Sebagai Pengobatan
Pada dasarnya, ikan yang memperoleh kecukupan pakan dengan kualitas dan kuantitas yang memadai akan tumbuh dengan baik dan tidak mudah terserang penyakit. Pakan akan membantu terciptanya sistem ketahanan tubuh pada ikan. Sistem ketahanan tubuh tersebut akan menciptakan imunitas atau kekebalan terhadap serangan penyakit, dan sangat dipengaruhi oleh sistem hormonal. Sementara mekanisme sistem hormonal sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang dikonsumsi. Dengan demikian, apabila pakan yang dikonsumsi berkualitas baik, maka sistem hormonal juga akan berjalan dengan baik dan dengan sendirinya akan terbentuk sistem ketahanan tubuh yang baik pula.
2.      Fungsi Pakan Pada Ikan Sebagai Pembentuk Warna Tubuh
Salah satu fungsi pakan bagi ikan adalah sebagai pembentuk warna tubuh atau pigmen. Biasanya fungsi pakan tersebut terkandung dalam pakan buatan dan dimanfaatkan dalam budidaya ikan hias. Pakan buatan yang digunakan untuk membentuk warna tubuh pada ikan tidak beda jauh dengan pakan buatan lainnya, hanya ditambah dengan pigmen.
Pakan buatan yang diperkaya dengan pigmen mudah dibedakan karena memiliki warna yang khas, biasanya berwarna hijau atau merah. Selain itu, keterangan yang menyebutkan adanya tambahan pigmen biasanya juga tertera pada kemasan. Ikan yang diberi pakan dengan kandungan pigmen yang proporsional akan memiliki warna tubuh yang lebih cemerlang dan tajam.
3.      Fungsi Pakan Pada Ikan Untuk Mempercepat Reproduksi
Fungsi lain dari pakan buatan adalah untuk membantu mempercepat proses pematangan gonad sehingga proses reproduksi bisa dipercepat. Pakan yang baik akan menunjang kerja organ tubuh sehingga dapat bekerja lebih baik, termasuk sistem hormon dan endokrin. Sistem endokrin sangat membantu proses reproduksi, yaitu dengan cara mengatur pengangkutan hormon reproduksi menuju organ reproduksi.
4.      Fungsi Pakan Pada Ikan Untuk Perbaikan Metabolisme Lemak
Ikan lebih mudah mencerna protein untuk memenuhi kebutuhan energinya daripada mencerna lemak atau karbohidrat. Kondisi ini kurang menguntungkan, mengingat sebaiknya protein diperuntukkan bagi pertumbuhan, sedangkan energi diperoleh dari lemak dan karbohidrat.
C.    Bentuk-Bentuk Pakan dan Kegunaannya
Bentuk pakan buatan untuk ikan perlu disesuaikan dengan kebiasaan makan dan umur ikan yang dipelihara, contohnya sebagai berikut :
1)      Larutan
Bentuk makanan ini cocok untuk burayak ikan dan udang umur 3 -20 hari. Larutan dibedakan menjadi dua jenis yaitu emulsi dan suspensi. Pada bentuk emulsi, bahan-bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya sehingga berkesan kental, misalnya air hujan dan tajin. Sedangkan pada suspensi, bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya contohnya minuman kopi.

2)      Tepung/fowder
Bentuk tepung dibagi menjadi dua, yaitu tepung halus dan tepung kasar. Tepung halus dapat diberikan pada burayak umur 20 – 40 hari sedangkan tepung kasar cocok untuk gelondongan umur 40 – 120 hari.
3)      Pellet
Pellet adalah bentuk pakan buatan yang terdiri dari beberapa macam bahan yang dicampur dan dijadikan adonan. Kemudian adonan itu dicetak sehingga bentuknya berupa batangan kecil yang panjangnya 1 – 2 cm. Tetapi dengan berkembangnya teknologi sekarang ini terdapat alat pencetak pellet berkapasitas  besar yang  menghasilkan pellet berbentuk bulatan dengan diameter yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Pellet dapat diberikan pada ikan yang berumur lebih dari 120 hari.
4)      Remah/crumble
Bentuk remah biasanya berasal dari bentuk pellet yang dihancurkan sehingga menjadi butiran kasar. Bentuk remah cocok  untuk ikan berumur 80 – 120 hari. Apabila remah dihancurkan, maka akan didapatkan bentuk tepung. Untuk memisahkan tepung halus dan kasar dilakukan dengan pengayakan.
5)      Lembaran
Bentuk wafer atau lembaran dapat dibuat dari emulsi. Pakan emulsi dihamparkan diatas aluminium hingga menjadi lapisan yang tipis. Kemudian lapisan itu dijemur sampai membentuk lembaran. Lembaran kering tersebut apabila diremas akan menghasilkan kepingan-kepingan kecil. Umumnya beberapa jenis ikan hias menyukai pakan bentuk lembaran ini.


BAB II
JENIS-JENIS BAHAN BAKU PAKAN BUATAN
Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan bahan baku pakan buatan adalah mengenal jenis-jenis dan cara memilihnya. Berdasarkan sumbernya, dikenal dua kelompok bahan makanan untuk ikan yaitu bahan hewani dan bahan nabati. Selain itu, ada pula bahan baku yang digunakan yakni bahan baku tambahan. Dalam pembuatan pakan ikan (pellet) bahan baku yang digunakan harus memenuhi syarat, yakni :
-        Bergisi
-        mudah didapat
-        mudah dibuat
-        harganya relatip murah
-        tidak mengandung racun
-        bukan merupakan makanan pokok bagi manusia

A.    Bahan Hewani
1.      Tepung Ikan
      Tepung ikan yang baik berasal dari jenis ikan dengan kadar lemak yang rendah.  Bau khusus suatu jenis ikan akan mempengaruhi daya tariknya.  Untuk meningkatkan bau yang merangsang ini, ikan dapat difermentasikan lebih dahulu menjadi bekasem. Biasanya yang menjadi bahan baku penting dalam pembuatan tepung ikan ini adalah ikan-ikan rucah dan sisa-sisa pengolahan.
      Tepung ikan tidak bisa disimpan terlalu lama (11-12 bulan), karena akan mengurangi kandungan linsinnya sampai 8%.  Lisin ini adalah asam amino esensial yang paling esensial.  Selain itu penyimpanan yang lama akan menimbulkan bakteri dan cendawan yang merusak.
      Untuk membuat tepung ikan, pertama-tama ikan direbus untuk mengeluarkan lemaknya.  Kemudian diperas atau dipress lalu dijemur.  Ampasnya digiling menjadi tepung sedangkan airnya dapat dibuat petis.
2.      Tepung Rebon dan Benawa
      Rebon adalah sejenis udang kecil, sedangkan benawa adalah anak kepiting laut.  Mereka banyak bermunculan pada awal musim hujan di sekitar muara sungai, mengerumuni benda-benda yang terapung.
      Untuk membuat tepung rebon dan benawa mula-mula diseduh dengan air panas atau direbus kemudian diperas.  Setelah itu dijemur sampai kering lalu digiling sampai menjadi tepung.
3.      Tepung Kepala Udang
      Kepala udang merupakan limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor.  Udang besar biasanya hanya dipotong kepalanya saja, sedangkan udang kecil kadang dikupas kulitnya juga. Pembuatan tepung diawali dengan perebusan sampai masak dan dijemur. Setelah kering, kepala udang dapat digiling sampai menjadi tepung.  Untuk menghilangkan chitin yang dapat mengganggu, maka tepung diayak dulu.
4.      Tepung Anak Ayam
      Anak-anak ayam jantan merupakan limbah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pakan buatan.  Sebelum diolah, anak-anak ayam dimatikan secara massal dengan memasukkannya ke dalam kantong kedap udara.  Setelah mati, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot kemudian direbus setengah matang.  Setelah diangin-anginkan, digiling dengan gilingan daging sampai menjadi pasta.   Agar hasilnya lebih halus, penggilingan dapat dilakukan berulang-ulang.
      Pasta hasil gilingan tersebut dapat langsung dicampur dengan bahan lain pembuatan pakan atau dapat dijadikan tepung dulu.  Caranya dengan dikeringkan dahulu lalu digiling.
5.      Tepung Kepompong Ulat Sutra
      Kepompong ulat sutra adalah limbah dari pembuatan sutra.  Karena dalam proses pemintaian tersebut kepompongnya direndam dengan air panas, maka kepompongnya sudah dalam keadaan mati.  Kepompong yang sudah mati dijemur lalu digiling menjadi tepung.
6.      Ampas Minyak Hati Ikan
      Minyak ikan merupakan hasil pengolahan dari hati ikan, antara lain ikan cucut, ikan pari, ikan tuna dan lain-lain.  Sebelum diambil minyaknya, hati ikan dibuang empedunya, dicuci dan kemudian dipotong kecil.  Setelah itu dikukus sampai minyaknya menetes keluar.  Hati yang telah masak itu selanjutnya diperas minyaknya sampai tuntas. Ampasnya masih mengandung lemak yang tinggi sehingga sukar dikeringkan.  Oleh karena itu biasanya digunakan dalam keadaan basah sebagai pasta.  Tapi agar lebih halus, perlu digiling lagi dengan alat penggiling daging, hingga membentuk pellet.  Pellet hati ikan yang masih basah itu dapat langsung dicampurkan pada bahan ramuan lainnya.

7.      Tepung Darah
      Salah satu limbah dari rumah pemotongan ternak adalah darah.  Darah segar yang sudah beku tapi masih mentah itu mula-mula dimasak baru dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
      Walaupun kandungan proteinnya cukup tinggi, tapi  proteinnya termasuk dalam jenis yang sukar dicerna.  Oleh karena itu jumlah penggunaannya dalam ramuan makanan perlu dibatasi.  Untuk ikan sebaiknya tidak lebih dari 3% sedangkan untuk udang dapat mencapai 15%.
8.      Silase Ikan
      Silase adalah hasil olahan cair dari bahan baku asal ikan atau limbahnya.  Proses pengolahannya dilakukan dengan memanfaatkan enzim-enzim yang terdapat dalam tubuh ikan itu sendiri.  Untuk membantu mempercepat prosesnya serta untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan cendawan , maka perlu ditambah asam, yaitu asam formiat dan asam propionate.
      Bahan cair yang bersifat asam itu dapat dicampur dengan dedak, tepung ketela pohon atau tepung jagung.  Setelah dicampur kemudian dikeringkan dan selanjutnya digunakan utnuk campuran dalam ramuan makanan.
      Pembuatan silase tersebut dimulai dengan mengumpulkan bahan bakunya berupa ikan rucah dan limbah produksi pengolahan.  Setelah itu dicuci bersih dan dicincang kecil.  Kemudian digiling dengan alat penggiling daging.  Hasil gilingannya kemudian direndam dalam larutan asam formiat 3% selama 24 jam.  Setelah itu diangkat dan diperas cairannya sampai tuntas.
      Air perasannya yang tercampur minyak ditampung kemudian minyak yang mengapung di bagian atas disingkirkan.  Cairan yang telah bebas minyak itu kemudian dicampur lagi dengan ampasnya.  Untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan cendawan, ditambahkan asam propionate sebanyak 1%.  Dalam keadaan yang asam dengan pH 4,5 itu, silase akan lebih tahan lama (paling tidak sampai 3 bulan)
      Bahan yang telah dicampuri asam itu kemudian diperam dalam suatu wadah yang tahan asam (misalnya drum plastik).  Diaduk terus sebanyak  3 – 4 kali sehari selama 4 hari.  Pada hari kelima biasanya bahan bakunya telah hancur menjadi cairan, sehingga proses pembuatan silase ikan telah selesai.

9.      Arang Bulu dan Tepung Tulang
      Arang bulu anak ayam yang dihasilkan pada proses pembakaran bulu sebelum anak ayam itu digiling tidak dibuang, tetapi dikumpulkan.  Nantinya dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan campuran ramuan sebagai sumber mineral. Jumlah penggunaannya hanya sedikit, tetapi untuk udang diperlukan mineral yang lebih banyak daripada ikan.
      Tepung tulang, seperti halnya arang bulu, juga merupakan sumber mineral.  Bahan baku untuk membuatnya dapat berasal ari tulang sapi, kerbau, kambing,  dan hewan-hewan ternak lainnya.
10.  Tepung Bekicot
      Daging bekicot (siput darat) dapat dijadikan tepung untuk campuran makanan ikan.  Untuk membuat tepung bekicot, dapat dilakukan dengan mengeringkan daging bekicot mentah atau yang telah dimasak kemudian digiling.
      Untuk campuran makanan ternak, jumlah penggunaan tepung bekicot dapat mencapai 5 – 15%.  Penggunaan tepung bekicot dari bahan mentah lebih rendah dibandingkan dengan bekicot yang sudah dimasak.
11.  Tepung cacing Tanah
      Cacing tanah dapat diternakkan secara missal.  Hasil panennya dapat dikeringkan dan kemudian digiling menjadi tepung dan gizinya dapat menggantikan tepung ikan.  Kandungan protein yang tinggi dengan asam-asam amino essensial yang lengkap.  Selain itu cacing tanah juga mudah dicerna, sehingga mudah diserap oleh dinding usus pemakannya.  Jumlah penggunaannya dalam ramuan dapat berkisar antara 10 – 25%, tergantung pada jenis ikan yang kita beri makan.
12.  Tepung Artemia
      Tepung artemia dalam ransom makanan ikan dapat menggantikan tepung ikan dan tepung kepala udang.  Daya cernanya cukup tinggi, karena kulitnya sangat tipis (kurang dari 1 mikron).  Kandungan proteinnya tinggi dengan kandungan lemak yang kaya akan asam-asam lemak essensial.
13.  Telur ayam dan Itik
      Telur ayam dan itik sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan untuk burayak ikan dan udang yang biasanya diberikan dalam bentuk segar atau setelah direbus. 
14.  Susu
      Susu juga sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan burayak ikan dan udang.  Biasanya yang dipilih adalah tepung susu tak berlemaki (susu skim).
B.     Bahan Nabati
            Bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan ini banyak mengandung karbohidrat dan relatif rendah kandungan proteinnya kecuali jenis tanaman kacang-kacangan.
1.      Dedak padi
      Yang dipakai sebagai bahan baku pakan ikan adalahdedak halus (katul) yaitu dedak dari kulit ari padi. Dalam menggunakan dedak halus, sebelumnya perlu dipilih yang telah benar-benar bersih dari segala kotoran,misalnya hancuran sekam, pasir, batu kapur, tepung batu dan lain-lain.  Selain itu dedak yang sudah tersimpan lama (lebih dari 3 bulan) biasanya sudah bau tengik dan vitaminnya sudah rusak.
2.      Dedak gandum
      Dedak gandum adalah hasil samping dari perusahaan pengolahan tepung terigu.  Ada dua macam dedak gandum, yaitu yang disebut “sheat pollard” dan “wheat bran”.  Yang biasa digunakan untuk bahan baku pakan ialah “wheat pollard” yaitu dedak dari kulit ari gandum.
      Dilihat dari mutunya, dedak gandum lebih baik dari dedak padi karena kandungan kandungan lemak yang rebih rendah dan protein serta vitamin yang lebih tinggi.  Dedak gandum dari perusahaan pengolahan tepung terigu di Indonesia mutunya cukup baik, karena gandumnya didatangkan dari Amerika Serikat, Kanada, dan Australia yang merupakan penghasil gandum terbaik dunia.
3.      Jagung
      Tepung jagung dengan kandungan protein ± 90% banyak digunakan dalam pemberian pakan ikan.  Susunan zat makanan yang berasal dari jagung hampir  sama dengan bahan yang lain, tetapi bahan jagung pada umumnya kekurangan akan kandungan asam amino triptopan sehingga perlu campuran bahan yang lebih banyak mengandunga asam amino tersebut.  Jagung dapat disimpan lama asalkan masih terdapat di dalammnya kulit jagung.  Sifat tahan lama akan berkurang apabila menyimpan dalam bentuk tepung.
      Sebagai bahan makanan ikan, jagung termasuk sukar dicerna, bahkan dapat menghambat pertumbuhan walaupun tidak mengganngu kesehatan.  Ikan yang diberi makan jagung produksinya dapat turun 50% atau lebih.
4.      Kacang kedelai
      Tepung kedelai merupakan bahan yang penting untuk menyusun ramuan pakan ikan, sebab menpunyai nilai biologis tinggi dengan kandungan lisinnya.  Kebutuhan ikan akan lisin sekitar 2% dari berat makanan.  Dalam pembuatan pakan penggunaan tepung kedelai tidak kurang dari 10%. Walaupun biji kedelai mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin, tapi kadarnya dapat dihilangkan dengan proses pemasakan.
5.      Ampas tahu
      Dalam penggunaannya, ampas tahu harus dikeringkan dan dijadikan tepung agar tidak cepat busuk dan basi.
6.      Cantel
      Cantel atau sorgum, warnanya bermacam-macam.  Ada yang merah, putih, kecoklatan dan sebagainya.  Dan yang lebih banyak digunakan adalah yang berwarna putih.  Sebagai bahan baku pakan ikan, cantle harus dijadikan tepung terlebih dahulu.
      Pada cantel terdapat zat tannin yang dapat menghambat pertumbuhan.  Cantel yang berwarna kelam mengandungn tannin lebih banyak daripaa yang berwarna pucat.  Untuk menghilangkan pengaruh tannin tersebut, dapat ditambahkan metionin, atau dapat pula dengan penyosohan yang lebih baik, sehingga kulit arinya terkelupas bersih.
7.      Bungkil kelapa
      Bungkil kelapa merupakan ampas dari pembuatan minyak kelapa.  Sebagai bahan ramuan pakan ikan, jumlahnya dapat mencapai 20% dari seluruh campuran dimana sebelumnya harus dijadikan tepung.
8.      Bungkil kacang tanah
      Bungkil kacang tanah adalah ampas dari pembuatan minyak kacang. Sebelum digunakan harus dikeringkan dulu dan dijadikan tepung. Bungkil kacang tanah dapat menyebabkan kurang vitamin dengan gejala keadaan sirip yang tidak normal.  Oleh karena itu penggunaan dalam ramuan ikan harus dibatasi.
9.      Tepung daun lamtoro
      Daun lamtoro (petai cina) juga dapat dijadikan ramuan untuk pakan ikan yang sebelumnya ditepungkan dahulu. Daun lamtoro mengandung racun mimosin sehingga penggunaannya harus dibatasi.
10.  Biji kapuk dan randu
      Biji kapuk atau randu juga dapat diambil minyaknya, dan ampasnya dapat digunakan sebagai bahan baku pakan.  Tetapi karena biji kapuk mengandung zat siklopropenoid yang bersifat racun bius, penggunaannya perlu dibatasi hingga tidak lebih dari 5%.
11.  Biji kapas
      Biji kapas adalah ampas dari pembuatan minyak biji kapas.  Lemaknya termasuk bermu baik dengan asam lemak essensial (asam linoleat, asam palmitat dan asam oleat).  Biji kapas mengandung zat gosipol yang bersift sebagai racun yang mengakibatkan kerusakan pada hati dan pendarahan atau pembengkakan jarringan tubuh.  Sehingga sebelum digunakan barus dimasak terlebih dahulu.
12.  Tepung daun turi
      Tepung daun turi sering digunakan untuk campuran pakan ikan-ikan herbivore.  Tepung daun turi mengandung vitamin dan mineral. Penggunaan daun turi ditak boleh terlalu banyak karena mengandung senyawa beracun antara lain zat asam biru (HCN), lucein dan alkaloid-alkaloid lainnya.  Daun turi yang berbungan merah kadar racunnya lebih tinggi daripada yang berbunga putih.
13.  Tepung daun ketela pohon
      Dalam penggunaannya dipilih daun ketela pohon yang tidak mengandung HCN.  Sebelum dicampur dibuat tepung terlebih dahulu.
14.  Isi perut besar hewan memamah biak
      Hewan-hewan ternak ymemamah biak seperti sapi, kerbau, kambing dan domba, isi perutnya juga dapat digunakan untuk campuran pakan ikan.  Bahan tersebut dapat diperoleh dari rumah pemotongan ternak.  Isi perut yang masih basah harus dikeringkan dan digiling menjadi tepung.

C.    Bahan Tambahan
1.      Vitamin dan mineral
      Vitamin yang biasa sering digunakan adalah vitamin dalam bentuk premix misalnya aquamix, Rajamix U, Pfizer Premix A, Pfizer Premix B, Top mix, Rhodiamix 273 dan lain-lain.  Selain mengandung vitamin, promix-premix tersebut juga mengandung mineral, asam amino essensial bahkan antioksidan.
      Bahan tambahan yang merupakan premix mineral antara lain adalah mineral-mineral B12.  Mineral yang dikandungnya adalah tepung tulang, kalsium karbonat, besi, sulfat, mangan sulfat, kalium yodida, tembaga sulfat dan seng oksida.  Selain itu juga mengandung vitamin B12 (sianokolobalamin).
      Penggunaan premix vitamin dan mineral dalam ramuan pakan ikan cukup 1 – 2% saja, tetapi untuk pakan udang, jumlahnya dapat sekitar 10 – 15%, hal itu disebabkan udang sering moulting yang membutuhkan banyak mineral.
2.      Garam dapur
      Garam dapur (NaCl) seringkali digunakan sebagai bahan tambahan ramuan pakan dengan jumlah sekitar 2%.  Selain berfungsi sebagai bahan penyedap, garam dapur juga dapat untuk mencegah terjadinya proses pencucian zat-zat lainnya yang terdapat dalam ramuakan pakan ikan pada waktu tenggelam dalam air.
3.      Bahan perekat
      Beberapa bahan yang berfungsi sebagai perekat antara lain adalah agar-agar, tepung kanji, tepung terigu, tepung sagu dan lain-lain.  Bahan perekat itu akan menjadi lebih penting untuk pakan udang, sebab pakan udang harus mempunyai ketahanan yang tinggi untuk tidak cepat hancur dalam air. Walaupun agar-agar merupakan bahan perekat yang cukup baik, namun yang lebih banyak digunakan adalah tepung kanji yang apabila dilarutkan dalam air panas akan menghasilkan larutan kental yang lekat.  Jumlah penggunaan bahan perekat ini dapat mencapai 10%.
4.      Antioksidan
      Antioksidan adalah zat antitengik.  Apabila pakan disimpan dalam waktu yang cukup lama, akan berbau tengik terlebih bila berkada lemak tinggi.  Hal tersebut disebabkan terjadinya proses oksidasi lemak.  Pakan yang berbau tengik tersebut mutunya akan rusak dan ikan pun tidak suka memakannya. Untuk mengatasi proses oksidasi tersebut, dapat ditambahkan bahan antioksidan antara lain: fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikuin (1,2 dihydro-6-etoxy- 2,2,4 trimethyl-quinoline), BHT (Butylated hydroxytuluene), dan BHA (Butylated hydroxyanisole).
5.      Ragi dan ampas bir
Ragi adalah sejenis cendawan yang dapat mengubah karbohidrat menjadi alcohol dan CO2 . Ada beberapa jenis ragi yaitu : ragi tape, ragi roti dan ragi bir yang secara umum mengandung zat gizi sebagai berikut : Protein, 59,2%, karbohidrat 38,93%, Abu 4,95% dan air 6,12%. Selain itu ragi juga mengandung vitamin terutama vitamin B.
      Dedak apabila diperam dengan ragi tape akan meningkat kadar proteinnya walaupun kadar karbohidratnya turun. Selain penggunaan ragi untuk meragikan bekatul (dedak), ampas bir (yang juga mengandung ragi) dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan pakan. Ampas bir yang merupakan limbah dari  pabrik bir itu, ternyata banyak mengandung protein (25,9%) dan juga kaya vitamin B, tapi mengandung serat kasar yang tinggi (sampai 15%). Untuk ampas bir basah, jumlahnya berkisar antara 3-6% sedangkan untuk ampas bir kering dapat mencapai 10%.  



BAB III
PEMBUATAN PELET
A.    Alat
Beberapa alat yang digunakan dalam pembuatan pakan pellet, diantaranya yaitu:
-        Timbangan                  - Alat Pencetak
-        Tapisan                        - Pengayak
-        Baskom                       - Kompor
-        Panci
           
B.     Bahan
Ada dua bahan pembuatan pakan ikan, yakni bahan pembutan pakan ikan pemakan tumbuhan (Herbivora) dengan kadar protein 20% dan bahan pembuatan pakan ikan pemakan hewan (Karnivora) dengan kadar protein 40%.
1.      Bahan pembuatan pakan ikan pemakan tumbuhan (Herbivora), kadar protein 20%.
-        Dedak halus                = 1,70 kg
-        Tepung terigu              = 1.70 kg
-        Tepung ikan                = 0,30 kg
-        Tepung kedelai            = 0,30 kg.
2.      Bahan pembuatan pakan ikan pemakan hewan (karnivora), kadar protein 40%.
-        Dedak halus                = 0,72 kg
-        Tepung terigu              = 0,72 kg
-        tepung ikan                 = 1,28 kg
-        tepung kedelai             = 1,28 kg
      Selain bahan baku diatas, digunakan pula bahan baku tambahan yakni mineral dan minyak ikan sesuai dengan kebutuhan pakan.

C.    Langkah Pembuatan Pellet

Sebelum kita akan membuat pakan buatan maka kita harus memahami tentang bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Dalam membuat pakan buatan untuk usaha perikanan baik di kolam air tawar maupun payau, hal terpenting yang perlu untuk menjadi bahan yang harus dipertimbangkan ádalah persyaratan bahan baku pakan itu sendiri yaitu :
  1. Bahan baku tidak mengandung racun. Bahan baku yang mengandung racun dapat menghambat pertumbuhan, bisa saja ikan menjadi mabuk dan stress, bahkan dapat menyebabkan kematian baik itu ikan ataupun udang yang diperihara secara massal.
  2. Bahan baku pakan tidak boleh bersaing dengan bahan makanan manusia.
  3. Bahan baku harus tersedia dalam waktu lama, atau tersedia secara kontinyu.
  4. Harga bahan baku murah atau bisa dinilai dari manfaat bahan baku tersebut.
Sebagai contoh tepung ikan harganya memang mahal tetapi bila dibandingkan dengan nilai dan kegunaannya terutama kandungan proteinnya yang tinggi dan kelengkapan asam aminonya maka penggunaan tepung ikan menjadi murah. Kualitas gizi bahan baku, menjadi persyaratan penting, walaupun harganya murah, dan tersedia cukup melimpah tetapi kandungan gizinya buruk, maka bahan baku seperti ini tidak dapat digunakan.
Adapun langkah pembuatan Pellet, yaitu:
a.       Penimbangan bahan baku (sebelum ditimbang, semua bahan baku sudah siap dalam bentuk tepung)
b.      Membuat adonan pellet dengan cara mencampur bahan baku, mengaduk-aduk atau meremas-remas sambil diberi air sedikit demi sedikit, sampai adonan lembab. Khusus vitamin dicampurkan dengan bahan adonan lainnya setelah adonan dimasak dan dingin agar vitamin tidak rusak atau hilang.
c.       Adonan yang telah terlihat tercampur rata dan kompak. Adonan lalu dikukus hingga masak kalau adonan ditusuk lidi tidak lengket.
d.      Setelah masak dalam kondisi hangat lalu dicetak, menggunakan penggiling daging dan dipotong-potong sepanjang 1 cm.
e.       Pellet dijemur atau di oven sampai kering (kadar air 10%)
f.       Setelah pellet kering, maka pellet tersebut dikemas menggunakan kantong plastik lalu di kemudian disimpan pada tempat yang teduh.
g.      Selesai sudah membuat pakan ikan sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
Afrianto Eddy, Liviawaty E, 2002. Pemeliharaan Kepiting. Kanisius, Jakarta
Afrianto Eddy, Liviawaty E, 2002. Pakan Ikan Dan Perkembangannya. Kanisius, Jakarta
Azhari. 2003. Jakarta city tour: tragedi, ironi, dan teror. AgroMedia, Jakarta.
Joomla, 2009. Pakan ikan. General Public License, Jakarta
Khairuman, Amri K. 2003. Pembenihan & Pembesaran Gurami secara Intensif. AgroMedia, Jakarta
Tiana AH. 2002. Memilih & Membuat Pakan Tepat untuk Koi. AgroMedia, Jakarta
Tiana OA, Murhananto. 2004. Membedah Rahasia Sukses Memelihara Koi. AgroMedia, Jakarta
Z Akhmad, Rahmadi A. 2002. Memilih & Membuat Pakan Tepat untuk Lou Han. AgroMedia, Jakarta